Avatar thumb default
Anki Manika Anda kenal dengan Edwin Hubble? Bagaimana kisah hidupnya?
hampir 3 tahun yang lalu
Pernah mendengar peneliti yang paling cerdas di abad modern ini? sekaligus penemu teori bigbang? peneliti terkenal itu tak lain dan tak bukan adalah Edwin Hubble

Untuk berkomentar kamu perlu

Or

Jawaban

Untuk menjawab kamu perlu

Or

Avatar thumb default
Anki Manika
hampir 3 tahun yang lalu

Edwin Hubble, astronom besar penemu teori Big Bang, lahir [ada November 1889 di kota Masrhfield, Montana, Amerika Serikat. Dia belajar sains di Universitas Chicago. Di samping kecerdasan otaknya, dia juga mempunyao bakat olahraga, terutama basket dan tinju, dua olahraga yang paling popular di Amerika Serikat selain softball dan baseball. Pada usia 21 tahun, dia menadpat beasiswa dari Rhodes untuk melanjutkan studi ke Universitas Oxford, Inggris. Di sana dia juga tetap bermain basket di tim British Isles.

Pada 1913 Hubble kembali ke Amerika dan sempat menjadi guru bahasa Spanyol. Meski demikian, dia tetap menekuni sains di Observatorium Yerkes di Wisconsin. Di sana dia menekuni penyelidikan tentang nebula. Prestasi Hubble di bidang ini cukup mengesankan sehingga dia mendapat penghargaan bergengsi dari Observatorium Mount Wilson. Bahkan pada 1919 Hubble bergabung dan diangkat menjadi staf peneliti di Observatorium Mount Wlison, California.

Pada saat itu, kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa galaksi Bima Sakti yang terdiri atas sekitar empat ratus miliar bintang ini telah menyusun keseluruhan kosmos. Namun, Hubble telah mengubah semua itu. Dengan teleskop Hooker 100 inci, teleskop yang terkuat di bumi saat itu, Hubble berhasil mengungkap salah satu rahasia alam terbesar yang akan mengubah ilmu pengetahua dan cara pandang manusia. Pada 1924 Hubble menemukan bahwa ternyata Bima sakti bukanlah satu – satunya galaksi yang ada di alam semesta. Bahkan, Hubble berhasil meemukan Sembilan galaksi yang berlainan, yang masing – masingnya terdiri dari ratusan miliar bintang, dan di antara galaksi – galaksi ini terdapat kawasan ruang kosong yang sangat luas. Galaksi kita ini memiliki garis tengah sekitar 100ribu tahun cahaya. Tahun cahaya adalah jarak yang digunakan untuk mengukur benda – benda raksasa di ruang angkasa yang setara dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya selama satu tahun (sebagai perbandingan, jarak matahari ke bumi adalah sekitar 8 menit cahaya). Galaksi – galaksi ini berputar secara lambat, mengitari pusat galaksi sekali dalam tiap beberapa ratus juta tahun. Planet kita ini hanyalah setitik debu di tengah hamparan padang pasir yang amat luas.

Pada tahun 1929 kembali Hubble menemukan sebuah penemuan yang menghebohkan dunia. Dia menemukan bahwa ternyata gerakan planet dalam satu galaksi saling menjauh dengan keceparan yang luar biasa, yaitu 100 mil per detik. Dia menyimpulkan bahwa ternyata jagat raya ini dalam keadaan terus memuai atau mengembang, seperti balon karet raksasa yang membesar. Einstein yang mendengar berita ini  benar – benar merasa senang. Einstein sebelumnya suah mengatakan bahwa alam semesta ini mungkin mengembang namun dia tidak berhasil membuktikannya.

Dampak dari penemuan ini sungguh mencengangkan. Fakta bahwa jagat raya memuai ini memunculkan sebuah hipotesis bahwa pada awal ruang dan waktu (masa awal penciptaan alam semesta), kosmos ini saling berkumpul dalam satu kerapatan yang tak terhingga. Rapatan jagat raya yang tak terhingga besarnya ini kemudian akan memunculkan suatu singularitas dentuman besar (big bang) yang terjadi sekitar 10 – 20 miliar tahun lalu yang telah mengawali penciptaan alam semesta. Teori ini kemudian terkenal dengan teori big bang. Teori ini juga memunculkan sebuah implikasi yang serius. Apabila jagat raya ini memuai, maka akan ada kemungkinan alam semesta ini mulai mengerut atau menyusut. Siklus pemuaian dan penyusutan alam semesta ini akan berakhir dalam suatu singularitas rekahan besar, di mana seluruh alam semesta akan runtuh dan mengalami kehancuran. Entropi maksimum alam semesta inilah yang mungkin dalam konsep agama disebut dengan istilah ‘kiamat’.

Penemuan – penemuan Hubble membuatnya menjadi terkenal dan mendapat banyak penghargaan. Hubble meninggal pada 28 September 1953, dalam usia 64 tahun. Sebagai penghormatan, namanya diabadikan untuk menamai sebuah teleskop ruang angkasa, yaitu Hubble Space Telescope.

Semoga bermanfaat!

Jjiayou Hula hula~

|Referesi: Mohammad Zazuli, 2009, 60 Tokoh Dunia Sepanjang Masa. Yogyakarta: Penerbit Narasi

Untuk berkomentar kamu perlu

Or


Stat

October 16, 2016 11:43
58 kali

Pertanyaan Terkait

© 2019 Belajar.io